Apa Itu Penyakit Edema Paru, Gejala, Penyebab Dan Diagnosis

By | Mei 19, 2017

Apa Itu Penyakit Edema Paru – Penyakit Edema paru adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kelebihan cairan pada paruparu. Cairan ini terkumpul dalam kantung-kantung udara di paruparu, menyebabkan sulit bernapas. Dalam kebanyakan kasus, masalah jantung dapat menyebabkan edema paru.

Apa Itu Penyakit Edema Paru

Pada kasus edema paru kronis yang bersifat jangka panjang, sesak napas akan lebih terasa ketika penderita sedang melakukan aktivitas fisik. Penderita biasanya merasa kelelahan dengan suara napas tersumbat yang khas (mengi). Jika badan dibaringkan, sesak napas akan menjadi-jadi. Di lain sisi, jika badan didudukkan, gejala tersebut biasanya akan sedikit berkurang.

Gejala Edema Paru

Tergantung apakah Anda memiliki edema paru akut atau kronis, gejala akan sedikit berbeda. Namun umumnya, Anda akan merasakan:

  • Kesulitan bernapasan.
  • Gelisah atau kelelahan.
  • Penurunan tingkat kesadaran.
  • Pembengkakan pada kaki atau perut.
  • Kulit pucat.
  • Keringat berlebih.

Penyebab Edema Paru

Ada beberapa macam penyebab edema paru. Namun penyakit ini dapat terjadi pada orang yang menderita gangguan otot jantung (kardiomiopati), hipertensi, gangguan katup jantung, dan penyakit jantung koroner akibat ventrikel kiri tidak mampu memompa darah yang berasal dari paru-paru dalam kuantitas yang cukup sehingga tekanan di dalam atrium kiri, pembuluh darah, serta kapiler paru-paru menjadi meningkat. Peningkatan tekanan ini kemudian menyebabkan terdorongnya cairan melalui dinding kapiler ke dalam alveoli.

Diagnosisi Penyakit Edema Paru

Selain melakukan pemeriksaan fisik, upaya mencocokkan gejala yang ada atau mengkaji riwayat kesehatan terhadap pasien yang memiliki masalah pada jantung, perlu juga menjalani sejumlah metode pemeriksaan tertentu yang mungkin dilakukan oleh dokter, di antaranya:

  • Pemeriksaan di dada dengan menggunakan X-ray untuk melihat penyebab sesak napas dan memastikan bahwa pasien benar-benar mengalami edema paru.
  • Tes darah untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah, mengukur kadar hormon B-type Natriuretik Peptide, serta melihat fungsi tiroid dan ginjal.
  • Pulse oximetry untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah dengan menempatkan sensor pada telinga dan jari.
  • Ekokardiogram untuk mengetahui adanya aktivitas yang tidak normal di dalam jantung.
  • Elektrokardiogram untuk melihat adanya tanda-tanda serangan jantung dan masalah pada ritme jantung.
  • Kateterisasi jantung untuk mengetahui penyebab edema paru yang disertai gejala nyeri dada atau bila penyebab edema paru tidak ditemukan melalui ekokardiogram.
  • Kateterisasi arteri paru untuk mengukur tekanan di dalam kapiler paru-paru.

Baca Juga :

 

 

Posted By :

Apa Itu Penyakit Edema Paru

Jelly Gamat QnC

Tinggalkan Balasan